Semarang, 16 Agustus 2025 — Program Diponegoro Summer Course in Corpus Linguistics (DIPSCORLING 2025) yang diselenggarakan Program Studi S1 Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro resmi berakhir dengan sukses pada Jumat (16/8). Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 11–16 Agustus 2025, ini diikuti oleh 120 peserta dari 12 negara, yaitu Indonesia, Argentina, China, Filipina, Hong Kong, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Pakistan, Yaman, Mesir, dan Yunani.

MC sedang berinteraksi dengan salah satu narasumber, Dr. Tanjun Liu

Mengusung tema pengenalan dan pendalaman corpus linguistics, program ini menghadirkan rangkaian sesi materi tentang sistem kueri korpus, teknik analisis frekuensi, kolokasi, hingga diskusi karya peserta dalam idea panel session. Para peserta juga berkesempatan mengikuti kuliah khusus dari para pemateri internasional dan berdiskusi langsung mengenai proyek riset mereka.

Narasumber yang dihadirkan dalam program summer course ini pun adalah orang-orang yang sangat kompeten di bidang mereka. Keempat narasumber itu adalah Dr. James Balfour dari University of Glasgow, Dr. Tanjun Liu dari Xi’an Jiaotong-Liverpool University, Dr. Matthew Gillings dari Vienna University of Economics and Business, dan Prihantoro, Ph.D, yang merupakan salah satu dosen Undip.

Dr. James Balfour meminta peserta untuk memberikan response terkait materi yang disampaikan.

DIPSCORLING sendiri merupakan program tahunan yang secara konsisten diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro sebagai upaya memperluas akses pembelajaran linguistik bagi peserta dari berbagai negara. Setiap tahun, program ini menghadirkan pemateri internasional dan rangkaian sesi akademik yang dirancang untuk mengikuti perkembangan terbaru dalam penelitian berbasis korpus, sehingga menjadikannya salah satu agenda rutin yang dinantikan oleh komunitas linguistik global.

Peogram Studi Sastra Inggris Universitas Diponegoro menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai latar belakang akademik. Rencananya, program ini akan terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi lintas negara, tidak hanya mencakup linguistik saja, namun juga bidang sastra dan kajian budaya.

Dr. Matthew Gillings memberikan reviu dan komentar untuk penelitian peserta.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini membuka peluang jejaring internasional yang lebih luas. Dengan terselenggaranya DIPSCORLING 2025 secara lancar, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, UNDIP berharap acara serupa dapat menarik lebih banyak peserta mancanegara pada edisi berikutnya.